Saat kau kecup kening kehidupan di langit pagi
Ada banyak mawar bermekaran di pekarangan jiwa
Namun kemudian layu terbias senja, seperti kau tau
Dunia memang fana
Tapi mengapa kau selalu terlena
Tak pernah kau mau mendegar kata-katanya
Apakah kelak kau punya penjaga selain dia?
“AJAL”
Suatu nama penuh makna datang tiba-tiba
Aku terpana semakin yakin diri
menyaksikan perpisahan roh dan jiwa
bukan tontonan yang kesepuluhan kalinya
dengan berbagai gaya dan ekpresinya kulihat
nyata di setiap sudut rumah sakit
subhanallah… Ajal itu nyata!
Ajal itu ada!
Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 109
Comments (0)

Write comment
| < Prev | Next > |
|---|


