(Laporan Tahlilan Sastra Episode-4)
Remang lampu panggung membuat suasana malam itu makin puitik. Sesosok tinggi hitam berkaos hitam membuka acara dengan senyuman. Kang Mahbub, demikian dia biasa dipanggil, memang menjadi moderator pada Acara Tahlilan Sastra ke-4 (30 Mei 2009) malam itu.
Setelah dibuka dengan doa, Sachree M. Daroini menjadi penambil pertama. Novelis asli Madiun ini membacakan puisi berjudul “Penjulur Lidah” karya Esha Tegar Putra, sebuah puisi bernuansa Melayu dari kumpulan puisi Pinangan Orang Ladang. Tahlilan dilanjutkan oleh Penyair Perempuan asli Kulonprogo, Akhiriyati Sundari. Pegiat sastra di komunitas Lumbung Aksara ini membaca “Matahari”, puisi karya Ricky Damparan.
Tahlilan Sastra malam itu menjadi semakin panas dengan majunya seorang sastrawangi terkemuka, Evi Idawati. Dengan penampilan yang memukau dan maksimal, Mbah Evi membacakan “Perempuan Berhati Sorga” karya Akhmad Fikri AF, sebuah puisi yang terkumpul dalam Negeri Kong Draman (penerbit matapena, 2009). Setelah Evi, para penampil lainnya yang turut meramaikan Tahlilan Sastra malam itu berturut-turut adalah Tamam Ayatullah Malaka (penyair kelahiran Madura yang sekarang menetap di Surabaya), Ahmad Kekal Hamdani (pegiat sastra di Komunitas Bawah Pohon Yogyakarta), Mahrus (penyair, cerpenis, dan calon novelis kelahiran Malang), dan Teguh Wangsa Gandhi (penyair berdarah Kebumen yang belakangan sering nongkrong di Komunitas Pendopo).
Kabar Kita