You are here: Home Kabar Kita

KOMUNITAS MATAPENA

World Book Day 2009 “Bukan Perjalanan Biasa”

Catatan sang musyafir: Badrul Munir Chair


Part I: Cerita Keberangkatan

Nanti kita kumpul di stasiun Tugu jam 17:30, kereta berangkat jam 18:00.

Sebuah SMS masuk ke inbox HP saya, sebuah pesan singkat dari Mbak Pijer, ketua rombongan kami dalam perjalanan menuju Jakarta. Akhirnya, kami jadi berangkat hari jum’at, setelah sebelumnya ditunda dari jadwal sebelumnya kamis sore.

17:28    Saya sampai di stasiun Tugu, menunggu di sepan pintu masuk seperti yang telah dijanjikan sebelumnya. Namun, setelah di tunggu beberapa lama, ternyata tak ada satupun dari anggota rombongan yang kelihatan. Saya mencoba menghubungi kembali Mbak Pijer, ternyata mbak Pijer masih berada dalam perjalanan, akhirnya saya disuruh menghubungi Mbak Khilma yang katanya sudah berada di stasiun. Begitulah, hingga akhirnya kami semua berkumpul di lobi jalur lima, tempat pemberangkatan kereta ekonomi menuju Jakarta.

18:30    Terlambat setengah jam dari jadwal pemberangkatan, akhirnya kereta “Senja Utama” melaju perlahan, merangkak di atas rel yang penuh tumpukan bebatuan. Kami duduk pada posisi, menyerahkan tiket pada petugas. Baru beberapa menit kereta berjalan, salah satu anggota rombongan kami yang hanya empat orang, Mbak Khilma, sudah mengeluh lapar. Saya berbisik dalam hati “Dasar gendut!,yang dipikirin cuma makan, lihat tuh badan, besarnya sudah ga’  karuan ,untung dia manis” (hehehe, bacanya jangan keras-keras, ntar di dengar orangnya ^-^), demi satu orang dan atas nama kekompakan, akhirnya kami semua pun ikut makan. Nyam…nyam…nyam

Last Updated ( Thursday, 28 May 2009 14:28 )
 

Mendulang Penulis Muda

MENDULANG PENULIS MUDA
DI PONDOK PESANTREN TREMAS
ARJOSARI PACITAN
CATATAN WODKSHOP DI PP. TREMAS PACITAN 21-22 MEI 3009
Oleh : Sachree M. Daroini

Hari Rabo selesai Roadshow dari Surabaya, mobil box berisi beberapa kardus buku dan pakaian-pakaian bekas dipakai, melaju menuju kabupaten paling barat daya di Jawa Timur. Pacitan terletak di sebelah selatan Kabupaten Ponorogo, sebelah barat Trenggalek dan sebelah timur Kabupaten Wonogiri Jawat tengah. Sebuah titik geografis yang seharusnya bisa makmur dengan sumber daya alamnya yang kaya. Di Pacitan banyak sekali hutan dan pegunungan yang masuk dalam kategori subur. Selain itu Pacitan mempunyai banyak sekali pantai dan goa, kota yang dijuluki kota seribu satu goa itu memang sangat eksotik. Hari itu diatas mobil kami melaju menjuju desa Tremas kecamatan Arjosari, di daerah kelahiran presiden SBY itu memang mau diadakan workshop Matapena I.


Workshop bertempat di Pesantren Tremas, sebuah pesantren yang dihuni sekitar seribu lima ratus santri. Di daerah itu aku senmpat kebingungan, maklumlah perjalanan dari Surabaya ke Pacitan memang tengah malam. Jadi kami tidak bisa membaca arah. Belum lagi jalan gunung yang berkelok tidak tegas menambah kami tidak bisa membaca arah. Yang kami tahu hanya jalan aspal yang lumayan bagus. Entahlah proyek besar itu apa karena Pacitan tempat kelahiran SBY atau karena anaknya yang sekarang lolos sebagai anggota legislatif. Tapi, akan tidak peduli karena malam terus menyekap kami dalam kegelapan, hingga sebuah musibah hampir saja menimpa kami. Azmi, sang driver hampir saja menabrak mobil yang terparkir di pinggir jalan. Ya karena malam menyerang Azmi hingga terkantuk-kantuk.

Last Updated ( Thursday, 28 May 2009 11:19 )
 

Kartini Sehabis Kartini

26 s.d. 29 April 2009
"Catatan Mahbub Jamaluddin ‘Yuk Menulis Yuk’ di Jepara Jawa Tengah
"

Waktu kami datang, pagi sudah hampir menjelang. Kawan-kawan dan tuan rumah, mungkin telah tidurkah? Ragu-ragu, kupencet tombol hapeku. Satu kali. Dan alhamdulillah, muncullah hakaroni, si tuan rumah yang baik hati. Kami pun langsung tidur, Ismah di “ndalem kiai”, sedang aku di “kamar khodam”.

Sempat pula aku membangunkan joni maroni. Tapi dia urung bangun. Hanya berdiri, membuka kunci, menyalami, lalu tidur pula kembali. Kupikir, tak apalah. Toh esok masih ada hari. Hari pertama, jadwal hanya malam yang pasti. Di sini pula, di PP az-zahra.
Makanya, ketika pagi tiba, aku bersantai ria. Bercengkerama. Dengan teman-teman lama. Lalu, hakaroni mengajak kami menuruti alurnya. Ke pantai kami dibawanya. Pantai pasir putih yang aku lupa namanya menjadi tujuan pertama. Lalu pantai kartini, dimana kura-kura raksasa menjulang tinggi. Beberapa pengunjung pantai. Pulau panjang. Beberapa anak SMA pacaran. Pengemis. Pengamen. Pedagang. Dan sepuas sudah kami pulang.
Malam hari, kami mengisi Training Menulis Singkat ala Komunitas Matapena di az-zahra. Tak ada yang istimewa. Semua berjalan biasa. Artinya, acara berjalan sukses seperti biasanya. Mas Jamal jualan buku di beranda. Kami mengisi acara, didampingi gus hakaroni tentunya. Dan joni. Dan beberapa khodam lainnya.

Last Updated ( Thursday, 28 May 2009 11:23 )
 
Page 10 of 12

Latest Members

Galeri Foto

Berlangganan FEED via email

Enter your email address:

Latest Comments

Who's Online

We have 2 guests online